Pentingnya Nilai-Nilai Tradisional Bagi Remaja Masa Kini

April 22, 2010

Tradisi- tradisi warga Indonesia yang saling menghormati, gotong royong, membungkuk atau menyapa lambat laun menjadi pudar dalam kehidupan generasi remaja. Coba bayangkan, kapan lagi kita melihat seorang anak mencium tangan orang tuanya sebelum bepergian? Tentunya sudah sangat sedikit anak remaja yang melakukannya. Selain itu, kapan lai kita pernah melihat warga bergotong-royong untuk bekerja bakti ataupun membuat sesuatu bagi komunitas? Globalisasi dan perkembangan teknologi mengakibatkan budaya-budaya luar untuk masuk ke Indonesia dan mempengaruhi generasi muda sehingga tradisi-tradisi asli Indonesia yang penting menjadi pudar.

Memang benar, kita menganggap bahwa tradisi seperti itu kuno dan tidak berguna. Namun, sesungguhnya menyapa ataupun bergotong-royong merupakan hal yang sangat penting untuk dimiliki dalam sebuah komunitas. Mencium tangan orang tua misalnya; itu merupakan tanda hormat kepada orang tua dan bahwa seorang anak menyayangi orang tua mereka. Walaupun tidak terlihat seperti itu, orang tua akan merasa dihargai dan akan merasa bangga kepada anaknya karena menjadi anak yang berbakti. Hal itu dapat kita lihat dengan kehidupan keluarga yang biasa menyapa dan mencium orang tuanya. Ikatan antara anak dan orang-tua akan menjadi lebih kuat karena terdapatnya rasa saling menghormati dan menyayangi diantara mereka.

Bergotong-royong adalah hal yang penting karena dengan gotong-royong sebuh komunitas dapat hidup saling membantu dan menjalin sebuah kebersamaan yang tidak dapat kita nilai. Kebersamaan dalam sebuah komunitas sangatlah penting dan berpotensi untuk melakukan hal-hal baru. Seperti contohnya,  sebuah kompleks perumahan yang sering bekerja-bakti bersama dapat mendapatkan ide untuk membuka bisnis pembersihan antar kompleks yang dilakukan bersama dan mendapatkan hasil. Selain itu, sebagai makhluk sosial, kebersamaan dapat membantu seseorang dalam menghadapi kehidupan.

Untuk menyapa orang yang lebih tua adalah hal yang juga penting untuk dimiliki dalam kehidupan sehari-hari. Selain agar tidak melukai perasaan orang lain yang menganggap dirinya tidak dihargai, menyapa adalah suatu tradisi yang bernilai tinggi karena dengan menyapa kita pun menunjukan bahwa kita adalah komunitas yang ramah dan saling menghormati.

Nilai-nilai tradisional itu sangat penting bagi remaja masa kini agar generasi remaja dapat menjadi lebih kompak dan akhirnya bertujuan untuk membangun negara yang lebih baik. Ketika nilai-nilai tradisi dipegang erat oleh remaja, kita dapat melihat kekuatannya dalam perannya untuk kemerdekaan Indonesia disaat anak-anak muda bersama-sama menculik soekarno sehingga proklamasi diadakan. Bila pada saat itu tidak terdapat kebersamaan antara remaja, maka Indonesia tidak akan pernah merdeka. Walaupun terlihat tidak berguna, memegang erat tradisi adalah hal yang dapat bermanfaat bagi remaja masa kini.


Teknologi dan Remaja

April 16, 2010

Teknologi digital yang sudah sangat maju mengakibatkan manusia untuk bergantung kepadanya, terutama oleh kalangan remaja. Website-website sosial seperti Facebook dan Tweeter menjadi favorit anak-anak remaja karena situs tersebut menghubungkan mereka dengan teman-teman dan berita dunia. Situs-situs itu juga sangat populer karena merupakan hal yang baru dan dapat dijadikan ‘ajal-gengsi’; komunitas remaja biasanya menganggap orang yang tidak mengenal Facebook sebagai orang yang tidak keren. Akibatnya, seorang remaja berusaha untuk diterima dengan sering ‘posting’ atau ‘tweet-ing’ di Facebook atau Tweeter yang menghabiskan waktu luang mereka hanya untuk ‘online’ dan menjadi kecanduan olehnya.

Alat elektronik seperti Handphone dan laptop yang sudah maju juga mendukung situs-situs internet agar lebih banyak lagi orang yang tercandu untuk menggunakannya. Seperti Blackberry sebagai contoh, hampir 75% orang yang saya kenal menggunakan blackberry sebagai alat telekomunikasi mereka. Mengapa? Kebanyakan dari mereka memfavoritkan fitur messenger dan browsingnya yang membolehkan pengguna untuk surfing internet selayaknya dengan komputer di rumah. Oleh karena itu, makin banyak remaja yang terbiasa ber-internet dan menjadi kecanduan olehnya.

Facebook dan Tweeter memang cukup berguna karena membantu pengguna untuk berkomunikasi dengan temannya. Namun, Facebook dan Friendster dapat juga menjadi peluang bagi orang jahat untuk mencari kesempatan; seperti yang terjadi dengan salah seorang teman saya yang tinggal di wilayah Jogja. Ia terpengaruh oleh perkataan orang yang ia kenal melalui internet dan menjadi sangat percaya kepadanya, ia-pun membuka privasinya kepada orang tersebut. Lalu, setelah mendapatkan sesuatu yang penting seperti rahasia, orang itu mengancam akan menyebarkannya bila ia tidak mau menuruti perkataannya. Oleh karena itu, teman saya menjadi korban pemaksaan hanya oleh karena berkenalan melalui internet. Setelah menjadi tercandu kepada aktifitas internet, seseorang dapat terkena dampak berbahaya bila dirinya tidak berhati-hati dalam penggunaan sehari-harinya itu. Bila sudah terbiasa menggunakan karena kecanduan, seseorang akan menganggap segalanya akan berjalan aman seperti biasa walaupun kenyataannya tidak.

Sesungguhnya, menghabiskan waktu di Facebook dan Tweeter adalah hal yang kurang bermanfaat. Selain hanya menghabiskan waktu dan berbahaya, hal itu dapat mengarah kepada masalah lain seperti cyberbullying dan pencemaran nama baik. Remaja lebih baik menghabiskan waktu mereka untuk belajar dan olahraga yang berguna di kemudian hari daripada untuk ber-chatting ria dan online. Bukan berarti oline itu tidak baik, akan tetapi ber-online-lah dengan tujuan yang baik, bermanfaat dan selalu waspada!


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.