Teknologi dan Remaja

Teknologi digital yang sudah sangat maju mengakibatkan manusia untuk bergantung kepadanya, terutama oleh kalangan remaja. Website-website sosial seperti Facebook dan Tweeter menjadi favorit anak-anak remaja karena situs tersebut menghubungkan mereka dengan teman-teman dan berita dunia. Situs-situs itu juga sangat populer karena merupakan hal yang baru dan dapat dijadikan ‘ajal-gengsi’; komunitas remaja biasanya menganggap orang yang tidak mengenal Facebook sebagai orang yang tidak keren. Akibatnya, seorang remaja berusaha untuk diterima dengan sering ‘posting’ atau ‘tweet-ing’ di Facebook atau Tweeter yang menghabiskan waktu luang mereka hanya untuk ‘online’ dan menjadi kecanduan olehnya.

Alat elektronik seperti Handphone dan laptop yang sudah maju juga mendukung situs-situs internet agar lebih banyak lagi orang yang tercandu untuk menggunakannya. Seperti Blackberry sebagai contoh, hampir 75% orang yang saya kenal menggunakan blackberry sebagai alat telekomunikasi mereka. Mengapa? Kebanyakan dari mereka memfavoritkan fitur messenger dan browsingnya yang membolehkan pengguna untuk surfing internet selayaknya dengan komputer di rumah. Oleh karena itu, makin banyak remaja yang terbiasa ber-internet dan menjadi kecanduan olehnya.

Facebook dan Tweeter memang cukup berguna karena membantu pengguna untuk berkomunikasi dengan temannya. Namun, Facebook dan Friendster dapat juga menjadi peluang bagi orang jahat untuk mencari kesempatan; seperti yang terjadi dengan salah seorang teman saya yang tinggal di wilayah Jogja. Ia terpengaruh oleh perkataan orang yang ia kenal melalui internet dan menjadi sangat percaya kepadanya, ia-pun membuka privasinya kepada orang tersebut. Lalu, setelah mendapatkan sesuatu yang penting seperti rahasia, orang itu mengancam akan menyebarkannya bila ia tidak mau menuruti perkataannya. Oleh karena itu, teman saya menjadi korban pemaksaan hanya oleh karena berkenalan melalui internet. Setelah menjadi tercandu kepada aktifitas internet, seseorang dapat terkena dampak berbahaya bila dirinya tidak berhati-hati dalam penggunaan sehari-harinya itu. Bila sudah terbiasa menggunakan karena kecanduan, seseorang akan menganggap segalanya akan berjalan aman seperti biasa walaupun kenyataannya tidak.

Sesungguhnya, menghabiskan waktu di Facebook dan Tweeter adalah hal yang kurang bermanfaat. Selain hanya menghabiskan waktu dan berbahaya, hal itu dapat mengarah kepada masalah lain seperti cyberbullying dan pencemaran nama baik. Remaja lebih baik menghabiskan waktu mereka untuk belajar dan olahraga yang berguna di kemudian hari daripada untuk ber-chatting ria dan online. Bukan berarti oline itu tidak baik, akan tetapi ber-online-lah dengan tujuan yang baik, bermanfaat dan selalu waspada!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: