Jogja Sudah Tiada

Dahulu engkau sangatlah sunyi

Dahulu engkau sangatlah ramah

Dahulu engkau sangatlah rapi

Dahulu engkau tidak pernah pasrah.

Namun ketika mereka datang,

Kota pelajar menjadi pasar.

Tempat inap menjadi tulisan di plang.

Bagaikan  sifat yang menyasar.

Sekarang engkau ramai,

Jauh lebih padat daripada pasar.

Sekarang engkau penuh,

Penuh dengan turis membeli oleh-oleh tangan.

Borobudur yg amat jaya,

Dengan rendah dinikmatinya.

Sesungguhnya ia milik kita,

Namun mengapa mereka sama?

Budaya kita,

Hak kita,

Harga kita.

Semuanya diinjak-injak oleh mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: